Friday, July 24, 2009

Nyesel deh (doh)

Keliling nyari CD my idol Marc Anthony tidak juga berhasil saya peroleh. Ah kadang saya merasa perlu menyalahkan diri. Sebagai salah satu penikmat lagu yang biasa membeli bajakan membuat pasar CD original sudah terkesampingkan.

"Apa ini karena banyak mp3 bajakan yah mba?" Tanyaku kepada pramuniaga Disc Tara yang berada di Panakkukkang Square. Masih ingat beberapa waktu yang lalu toko ini mengambil sekitar 5 petak ruangan, namun sekarang sudah mengecil menjadi 1 petak saja. Suasananya pun tidak senyaman dan selapang dulu, dan yang pasti CD CD yang dijual tidak lagi lengkap.
Disaat saya ingin memperoleh CD music dengan kualitas memuaskan justru tidak tersedia.
"Mbak, di Mall Ratu Indah mungkin ada stoknya yah?", tanyaku ngotot ingin memperoleh yang kuinginkan. "Sudah lama tutup mbak", jawabnya
Oh my God, bahkan saya tidak menyadari toko yang di Mall yg satu itu sudah tutup. Kembali dalam hati aku menyesal.

Memang dibandingkan membeli mp3 bajakan yang nilainya cuman 10% dari CD aslinya, membuat kita kadang lebih tergiur untuk membeli bajakan. Ditambah dengan lagu2 tambahan hingga bisa sampai 8 album.
Tetapi saya terus terang sering merasa menyesal dikarenakan suaranya yang tidak terlalu memuaskan. Quality identic with price, sepertinya masih berlaku.

Marc Anthony, my idol..
Saya akan sabar menantimu mengalunkan suara emasmu di telingaku
Sambil aku melatih salsa dance hingga jika waktunya kita bisa bersama-sama menikmati apa yang diberikan Tuhan melalui dirimu.
Kesabaran menandakan kesetiaan
Aku akan setia padamu Marc
Ya..
Sesekali berselingkuh dengan Jason Mras
Yang aku beli karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong. :p

Monday, May 18, 2009

Launching AstaMedia Blogging School

Sudah sebulan yang lalu mamie menerima notifikasi dari FB tentang akan diresmikannya sekolah blogging yang pertama di Makassar. Karena memang berminat, mamie rencana akan menghadirinya. Oleh karena itu pada agenda Blackberry sudah mamie simpan skedul acara tersebut.

Seminggu sebelum acara, Mr. Iqko alias om beruang menghubungi mamie dan memberitahukan jikalau mamie bersedia menjadi moderator di acara tersebut. Wah.. kesempatan narsis gak boleh disia siakan :P. Segera mamie menjawab OK BOSS. Dengan meminta profil pembicara dan materinya biar nanti yang diomongin nyambung.

Mungkin kesibukan yang dialami oleh Iqko dan Nanhie, panitia pelaksana acara membuatnya melupakan permintaan mamie, bayangin undangan aja yang dijanji akan dikirim di rumah akhirnya lewat email dan itu malam sebelum acara :P

Tapi no problem, memang adik-adik ini suka memacu adrenalin kita, biar dumba dumba geleter mungkin. Dan dumba-dumbanya emang jadi, bayangkan yang jadi narasumber itu adalah pak Onno W. Purbo, pakar IT Nasional yang tidak asing lagi. Gubrakk!! jadi puyeng tiba-tiba, gimana nih bicara sama pak Onno. Blum lagi dihubungkan sama nara sumber si empunya Blogging School ini, Mr. Asri Tadda :D *puyeng tujuh keliling*

Tapi berbekal "Bismillah" akhirnya mamie menjalankan tugas yang diberikan. Dan yang paling mengejutkan sosok pak Onno yang menurut mamie adalah seorang yang bisa jadi adalah Gig hehehe ternyata sangat menyenangkan. "Akarui" kata orang Jepang.

Dan secara keseluruhan acara memang menyenangkan, dipandu oleh orang-orang yang menyenangkan juga. Semoga sekolahnya juga menyenangkan. Harapan mamie adalah semoga Asta Media Blogging School dapat menjadi sekolah yang menghasilkan blogger2 berkualitas penuh kreativitas. Gak kek mamie sekarang ini, kalo mau nulis ..ya nulis.. tapi banyakan gak nulisnya :P

Sukses untuk AstaMedia Blogging School, sukses tuk panitia, sukses tuk semua narasumber termasuk pak Budi Putra, yang baru pertama mamie bertatap muka. Pokoknya Sukses untuk Semua

Thursday, March 26, 2009

Kembali ke Rumah Lama

"Mam, kok hostingnya gak diperpajang? tadi iseng-iseng saya buka kok gambarnya lain". Begitu kata teman mamie di ym, segera mamie menuju ke domain yang memang sudah hampir 4 bulan ini mamie gak perpanjang. Nauzubillah.. contentnya sangat2 tidak sopan. Astagafirullah.. .
Baru deh mamie sadar, kenapa waktu di Jakarta ketika bertemu dengan orangnya Pandi (Asosiasi pengelola domain Indonesia) dianjurkan untuk menggunakan web.id saja selain com.
Rupanya memang karena sifatnya internasional lebih mudah diambil, dibajak, dan digunakan oleh orang-orang lain yang tidak jelas asal usulnya.
Tapi apa boleh buat, walaupun dibawah tertera untuk menghubungi seseorang yg mengambil domain itu, mamie give up, toh emang gak niat memperpanjang lagi domain itu. Sementara ini mamie berusaha untuk bisa make web.id. tapi itu pun mikir-mikir kok nyusahin dan repotin orang banget yah? mana om Mus pasti sibuk untuk ngurusin kerjaan dan kuliahnya, pasti sulit waktunya buat ngurusin hal-hal seperti ini untuk mamie.

Dengan pertimbangan diatas mamie akhirnya memutuskan menggunakan "rumah lama" mamie, blog pertama mamie.
Sama juga dengan pikiran mamie akhir-akhir ini, dimana mamie kepikiran untuk mencari tempat tinggal yang lebih kecil, lebih tenang dan lebih sederhana.
Sepertinya memang sudah pada batasnya.. dimana kita sudah mulai jenuh dengan hal-hal yang berbau wah..

Hal yang selama ini membuat hidup kita terasa berat. Menurut teori Zen, dalam simplifying your life, kita harus melepaskan semuanya. Melepaskan hal-hal duniawi yang selama ini membuat kita menjadi stress, berpikir keras untuk sesuatu yang tidak bakal kita bawa jika akhir hayat kita.

Simple, sederhana, rumah lama pun jadi nyaman

Wednesday, February 13, 2008

Move

Mamie pindah rumah *-^ kembali :P

Sejak rumah mamie disabotase orang yang tidak tau dari mana asalnya akhirnya mamie pindah kembali ke rumah lama hehehe...

Ternyata rumah lama lebih asik, lebih adem, lebih sederhana dan gak pake duit bayarnya hahah..

selamat datang kembali ^_^

Wednesday, January 23, 2008

Nonton Tsugaru Shamisen


Dalam rangka memperingati 50 tahun persahabatan Indonesia dan Jepang, hari Selasa tanggal 22 Januari kemarin didiadakan pertunjukkan Tsugaru Shamisen dengan menghadirkan pemain shamisen yang terkenal di Jepang yaitu Kazuhiro Fukui.

Undangan diperoleh gratis di Konsulat Jendral Jepang dan gedung kesenian Societeit de Harmonie dipenuhi oleh pengunjung yang antusias dengan performance yang sangat menarik itu.
Walaupun dimulai dengan waktu yang agak telat, tetapi itu tidak membuat suasanya kekaguman menjadi berkurang. Ditambah dengan kolaborasi MC yang menarik yang salah satunya merupakan staf dari Konsulat Jendral Jepang, Ms. Matsuoka.

Alat musik ini berasal dari Timur Tengah dan setelah masuk ke Jepang di sekitar abad 15 dan 16 berubah bentuk disesuaikan dengan kesenian lokal. Perubahan tersebut berlangsung sampai sekarang. Yang awalnya dipakai sebagai alat musik pengiring sekarang cenderung disajikan solo. Shamisen yang dulunya juga dipetik dengan tempo lambat, sekarang sudah dengan tempo cepat. Perkembangan ini yang dominan terjadi di daerah Tsugaru sehingga dikenal dengan Tsugaru Shamisen.

Shamisen, yang terbuat dari kayu dan kulit ini tidak jauh seperti alat petik yang lainnya. Memiliki snar dan alat petik. Namun yang menarik disebutkan adalah harga sebuah shamisen ini sama dengan harga sebuah mobil mercedez. Cukup malah untuk sebuah alat musik, tetapi setelah alat ini dimainkan oleh pemain pro sekaliber Kazuhiro Fukui, harga itu seimbang dengan  bunyi yang dihasilkan.

Kazuhiro Fukui sendiri adalah musisi muda tsugaru shamisen. Sejak usia 10 tahun shamisen sudah menjadi alat musik pilihannya. Kazuhiro Fukui memenangkan 3rd Japan Tsugaru-Shamisen contest. dan telah tampil di event-event internasional seperti World Cup 2002, Aichi Expo 2005. Selain itu Kazuhiro Fukui telah berkolaborasi dengan musisi dari berbagai jenis aliran dan sudah merilis album berjudul GOLDFINGER, yang merupakan album J-Pop dengan tsugaru samisen didalamnya.

Penonton dibuat terlarut dalam alunan petikan tsugaru ini. Tempo dan stressing yang dimainkan dengan apik membuat diri kita seolah-olah berada di negeri sakura saat itu. Iringan tepuk tanganpun terasa tidak cukup untuk menunjukkan kepuasan dalam menonton pertunjukan ini. Terima kasih untuk Japan Foundation dan Konsulat Jendral Jepang yang telah mempersembahkan pertunjukan ini kepada Makassar, sebagai salah satu usaha untuk lebih mengenal Jepang dari segi budaya. Selamat memperingati Golden Year persahabatan Indonesia Jepang.

Thursday, January 10, 2008

Raih mimpi di 2008

"Selamat tahun baru, semoga tahun ini menjadi waktu bagi terwujudnya harapan dan impian kita", isi short message service yang saya kirimkan ke beberapa teman di awal tahun ini.
Lalu apakah yang menjadi impian saya sendiri?, apa yang menjadi harapan di tahun ini?

Tentukan Jalan dan Peran
Sangat sulit sebenarnya untuk mendefenisikan mimpi-mimpi yang ada dikepala menjadi rencana-rencana kecil untuk meraih mimpi itu. Sebagai manusia saya masih tidak terlepas dari keinginan-keinginan berlebih. Mau ini mau itu, pengen ini pengen itu. Hal ini yang membuat seolah-olah saya bagai air di daun talas. Tetapi saya sadar, mengapa hal itu bisa sulit buat saya. Keadaan-keadaan tertentu dimana saya tidak merasa nyaman membuat saya berpikir instan. Saya seharusnya tidak menganggap sepele anjuran para daeng ku mengenai perlunya kita membuat track atau jalur apa yang harus dilalui untuk mencapai mimpi itu khususnya di tahun 2008 ini.
Beralasan kesibukan sehari-hari sebenarnya membuat saya menjadi lebih terpuruk dalam keadaan yang membuat saya lebih tidak bisa memberi ruang untuk berpikir selain menjalani, melaksanakan saja apa yang ada didepan ku saat itu. Terima kasih daeng untuk tetap motivatorku.
Semua orang pasti ingin maju, berbuat sesuatu yang lebih di setiap harinya. Semua itu tidak akan bisa tanpa dorongan untuk mencapai titik impian yang kita inginkan. Dan yang mengawali itu adalah mengolahnya dengan pikiran. Kadang dalam role kehidupan ini, kita menjalaninya tanpa sadar. Hal ini saya rasakan sendiri dimana sebenarnya saya memiliki peran penting dalam hidupku.

Menjadi istri dan ibu yang disayangi
Semakin hari semakin merasa kenikmatan sebagai seorang ibu. Mungkin kerinduan selama jedah waktu yang agak lama ditinggal membuat aku merasa bahwa aku memang membutuhkan mereka, mereka membuat hidupku menjadi lebih bersinar. Kelucuan dan keluguan mereka membuat ku lupa akan persoalan-persoalan yang kadang berat untuk dihadapi. Berusaha menjadi istri yang baik dan patuh sama suami menerima kekurangan dan kelebihannya sekaligus.

Memperindah hubungan dengan orang-orang di sekitar.
Saya dilingkupi dengan orang-orang yang menyenangkan dan saya sangat bersyukur akan itu. Keinginan untuk berada di sekeliling orang-orang yang selalu memberi motivasi, terhadap semua hal. Saya ingin memberi sesuatu dalam kehidupan ini, ingin bermanfaat untuk orang-orang di sekitar saya. Dan yang pasti ingin memperluas pergaulan, sehingga kesempatan untuk dapat belajar lebih terbuka.Bergabung ke komunitas-komunitas yang bisa memberiku pengetahuan yang bisa aku manfaatkan untuk diriku dan untuk orang sekelilingku.

Fokus ke pekerjaan sosial
Pekerjaan sekarang adalah pembelajaran buatku, bagaimana mengelolah departemen dengan orang-orangnya sebenarnya tantangan berat buatku. Apalagi dalam suatu institusi yang aturannya sudah ditentukan. Otomatis saya cuma bisa “berimprovisasi” di lingkup departemen ku saja. Hal yang makin lama aku makin merasa terbatas. Ruang yang diserahkan ke aku sudah tinggal di maintain saja. Hal yang membuatku mulai merasa kurang tertantang lagi.
Dari sekian banyak pengalaman dalam bekerja yang sudah aku peroleh, yang paling menyenangkan adalah menjadi guru di tempat kursus dulu. Sepertinya kegiatan ini memanggil-manggil aku lagi. Aku ingat pepatah, saat kita memberi itulah saat kita menerima.Aku akan menempatkan ini sebagai salah satu rencana yang bisa membuat aku merasa “bermanfaat”.

Independensi, kemerdekaan berpikir dan bertindak pasti membuat kita bersemangat untuk lebih berinovasi, berimprovisasi dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Ganbatte mamie!!!

Saturday, December 01, 2007

Hari Peduli Aids Sedunia

Tertulis di blog Ibu Erte

Mari bersama-sama memperingati hari AIDS Sedunia ini dengan posting tentang AIDS di blog masing-masing..
Selamat Hari AIDS Internasional.

Terus terang mamie tidak terlalu paham masalah AIDS. Yang mamie tahu hanya betapa menakutkannya penyakit itu dan penderitanya semakin hari semakin bertambah. Dan yang sulit adalah penderita pun kadang tidak kelihatan. Tidak seperti penyakit lain yang gejalanya dari awal memungkinkan untuk diketahui. Hal ini lebih dimungkinkan karena para penderita merasa malu dan takut untuk disingkirkan oleh masyarakat, oleh kita-kita ini.

Mungkin rasa peduli yang diharapkan itu belum bisa mamie berikan, tapi dengan anjuran ibu er-te mudah2an ini sedikit mengingatkan betapa bahayanya penyakit Aids ini, dan betapa pentingnya peranan kita untuk tidak membuat jarak dengan para penderita. BE SAFE! Dan Hidup lebih indah tanpa Narkoba.